Laporan Praktikum Stomata
Stomata
Stomatal
Lisa
Rauzatul Maretia
Abstrak
Praktikum
ini berjudul “Stomata” yang dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober 2016. Stomata
adalah lubang atau celah yang terdapat pada epidermis organ tumbuhan. Praktikum
ini bertujuan untuk mengamati tipe-tipe stomata. Pengamatan stomata anomositik sel tetangga
tidak beraturan pada penampang paradermal permukaan bawah daun alpokat (Persea Americana). Stomata anisositik
memiliki lebih dari dua sel tetangga dengan pola yang tidak beraturan pada
permukaan bawah daun Capsicum sp.
Stomata parasitik sel tetangga sejajar dengan sel penutup pada Allamanda cathartica. Stomata fanorophor
sel penutup sama tinggi dengan sel epidermis pada Rhoe discolor. Stomata kriptophor sel penutup lebih rendah dari sel
epidermis pada Ficus elastica dan
struktur stomata pada tumbuhan monokotil pada Zea mays. Metode yang dilakukan yaitu disayat masing-masing
preparat kemudian ditetesi air dan diamati dibawah mikroskop. Hasil
pengamatannya stomatanya sesuai dengan preparat yang diamati.
Kata
Kunci: Jaringan,
Epidermis, Stomata
Abstract
This practicum titled "Stomata" was held on October 28, 2016.
Stomata are holes or cracks found in the epidermis of plant organs. The lab aims
to observe the types of stomata. Observations stomata irregular anomositik
neighboring cells on the lower leaf surface paradermal sectional avocado
(Persea Americana). Stomata anisositik have more than two neighboring cells
with irregular pattern on the lower surface of leaves of Capsicum sp. Stomata
parasitic parallel neighboring cells with the cell cover on Allamanda
cathartica. Fanorophor stomatal cells cover the same height as the epidermal
cells at Rhoe discolor. Kriptophor stomatal closing cell lower than the Ficus
Elastica epidermal cells and the structure of stomata in plants monocots in Zea
mays. The method used is slashed each preparation and then drops of water and
observed under a microscope. Stomata observations correspond with the observed
preparations.
Keywords:
Pendahuluan
Stomata adalah celah diantara
epidermis yang diapit oleh 2 sel epidermis khusus yang disebut sel penutup.
Didekat sel penutup terdapat sel-sel yang mengelilinginya disebut sel tetangga.
Sel penutup dapat membuka dan menutup sesuai dengan kebutuhan tanaman akan
transpirasinya, sedangkan sel-sel tetangga turut serta dalam perubahan osmotik
yang berhubungan dengan pergerakan sel-sel penutup. Sel penutup tanaman dikotil
umumnya berbentuk ginjal sedangkan monokotil mempunyai bentuk seragam dan
strukturnya spesifik yang jika dilihat dari permukaan sel terlihat sempit
dibagian tengah dan membesar pada ujungnya (Haryanti, 2010, pp.21-22).
Daun merupakan organ pokok pada
tubuh tumbuhan. pada umumnya berbentuk pipih bilateral, berwarna hijau, dan
merupakan tempat utama terjadinya fotosintesis. Berkaitan dengan itu daun
memiliki struktur mulut daun yang berguna untuk pertukaran gas O2,
CO2 dan uap air dari daun ke alam sekitar dan sebaliknya (Papuangan,
2014: p.287).
Stomata berasal
dari bahasa yunani yaitu stoma (lubang atau poros), jadi stomata adalah lubang-lubang kecil yang berbentuk lonjong yang
kecil terbentuk oleh dua sel epidermis khusus yang disebut sel penjaga (Guard
cell). Sel penjaga tersebut adalah sel-sel epidermis yang telah mengalami
perubahan bentuk dan fungsinya dapat mengatur besarnya (Darmawan, 2010: p.65).
Stomata biasanya ditemukan pada
bagian tumbuhan yang berhubungan dengan udara terutama didaun, batang dan
rhizoma. Stomata umumnya terdapat pada permukaan bawah daun, tetapi ada
beberapa spesies tumbuhan dengan stomata pada permukaan atas dan bawah daun.
Ada pula tumbuhan yang hanya mempunyai stomata pada permukaan atas daun,
misalnya pada bunga lili air. Bentuk atau tipe stomata dibedakan atas 4 yaitu
anomositik, anisositik, parasitik dan diasitik (Rompas, 2011: p.13).
Bentuk dan
posisi stomata pada daun beragam, tergantung spesies tumbuhan. Secara teknis,
yang dimaksud dengan stomata adalah celah yang diantara dua sel penjaga
sedangkan apparatus stomata adalah kedua sel penjaga. Tersebut. Berdampingan
dengan sel penjaga tersebut. Berdampingan dengan sel penjaga tersebut.
Berdampingan dengan sel (Dai, 2006: p.349).
Metode/Cara Kerja
Waktu dan Tempat
Praktikum
ini dilakukan di Laboratorium Biologi
Universitas Syiah Kuala pada hari jumat tanggal 28 Oktober 2016 pukul 08:00 s/d
09:40.
Alat dan Bahan
Alat yang digunakan pada praktikum
ini adalah mikroskop, kaca benda, kaca penutup, pipet tetes, silet dan
peralatan tulis. Sedangkan bahannya adalah sayatan paradermal permukaan bawah
daun alpokat (Percea americana), cabe
(Capsicum sp), Allamanda
cathartica, penampang melintang Rhoe
discolor, Ficus elastica dan sayatan
paradermal Zea mays.
Prosedur
Pada
pengamatan tipe stomata disiapkan semua preparat. Untuk mengamati stomata Anomositik
disiapkan penampang paradermal permukaan bawah daun alpokat (Percea Americana), pengamatan stomata Anisositik
pada sayatan epidermal permukaan bawah daun cabe (Capsicum sp), stomata
Parasitik pada sayatan paradermal Allamanda
chatartica, stomata Fanorophorn pada
sayatan melintang daun Rhoe discolor,
stomata kriptophor pada sayatan melintang daun Ficus elastica dan untuk mengamati stomata pada tumbuhan
Monocotyledon pada penampang paradermal daun Zea mays. Masing-masing dari preparat
tersebut diletakkan diatas kaca benda kemudian ditetesi sedikit air dan diamati
dibawah miroskop.
Hasil
dan Pembahasan
Stomata
merupakan derivat epidermis dengan struktur khusus yang berfungsi sebagai
tempat sirkulasi udara antara jaringan dengan udara luar. Stomata memiliki
struktur khusus yang sesuai dengan fungsinnya, yaitu memiliki celah stomata
yang diapit oleh 2 sel penutup, dan satu sel penutup dikelilingi oleh sel
tetangga. Sel tetangga
berperan dalam perubuhan osmotik yang menyebabkan gerakan sel penutup. Bila
ditinjau dari letaknya sel tetangga terhadap sel penutup maka stomata pada
tumbuhan dicotyledon dapat dibedakan atas 4 tipe stomata yaitu diasitik
(sel tetangga tegak lurus terhadap sel penutup), parasitikel (sel tetangga sejajar dengan sel
penutup), anomostik (sel
tetangga tidak beraturan) dan anisositik (memiliki lebih dari dua sel
tetangga dengan pola sel tidak beraturan). Berdasarkan letak sel penutup terhadap epidermis, stomata dibedakan 2
tipe yaitu stomata kriptophor yaitu stoma dengan sel penutupnya
lebih rendah dari sel epidermis, dan fenoropor yaitu
stoma dengan sel penutupnya sama tinggi dengan sel epidermis.
Setiap sel penutup mengandung inti yang jelas dan
kloroplas yang secara berkala menghasilkan pati. Dinding
sel penutup dan sel penjaga sebagian
barlapis lignin. Masing-masing stomata di apit oleh sepasang sel penjaga yang berbentuk seperti ginjal pada tumbuhan
dikotil dan berbentuk halter pada tumbuhan monokotil. Sel-sel penjaga
dikelilingi oleh sel tetangga epidermal disekitar ruang udara sampai kejaring
udara pada daun. Sel penjaga mengontrol diameter stomata dengan cara mengubah
bentuk yang akan melebar atau menyempit celah diantara kedua sel.
Pada praktikum kali ini kami
menggunakan beberapa preparat
diantaranya yang digunakan yaitu Persea
americana, Capsicum annum, Allamanda chatartica, Rhoe discolr, Ficus elastica,
Zea mays. Pengamatan pertama saya mengamati
stomata parasitik (letak sel tetangga tegak lurus terhadap sel penutup) pada Allamanda chatartica. Setelah saya
membuat sayatan paradermal permukaan bawah daun alamanda dan diamati dari
perbesaran lemah hingga kuat. Pada perbesaran 10x40 terlihat bagian sel
epidermis didalam sel tersebut terdapat stomata yang terdiri dari sel penutup,
celah stomata, dan sel tetangga.
Gambar 1: Stomata parasitik Allamanda chatartica (10x10)
Gambar 1: Stomata parasitik Allamanda chatartica (10x40)
Pengamatan
selanjutnya saya mengamati stomata anisositik (memiliki lebih dari dua sel
tetangga dengan pola sel tidak beraturan) pada Capsicum sp. Dibuat sayatan epidermal kemudian diletakkan diatas
kaca benda, ditetesi sedikit air dan diamati mulai dari perbesaran lemah hingga
kuat. Pada perbesaran lemah gambar sel yang terlihat belum jelas kemudian saya
beralih ke perbesaran kuat yaitu 10x40 dimana dalam sel tersebut terdapat
stomata yang terdiri dari sel tetangga, sel penutup, dan celah stomata.
Gambar 1: Stomata Anisositik Capsicum sp (10x10)
Pada daun adam hawa (Rhoe discolor) tipe stomatanya
Fanorophor yaitu stomata dengan sel penutup sama tinggi dengan sel epidermis. Pada
perbesaran 10x40 tampak jelas sebuah sel dimana didalamnya terdapat stomata
yang terdiri dari sel penutup, sel penjaga, dan celah stomata.
Gambar : Stomata Fanorophor pada Rhoe discolor 10x40
Pada daun Ficus elastica tipe stomatanya Kriptophor yang mana sel penutupnya
lebih rendah dan letaknya sejajar dengan sel penutup.
Ciri-cirinya stomata letaknya tenggelam terhadap permukaan daun. Stomatanya
berbentuk ginjal. Pada saat diamati dengan perbesaran 10x10 tampak jelas bentuk
stomata dimana terdapat sel penutup, sel penjaga dan celah stomata.
Gambar : Stomata Kriptophor pada Ficus elastica 10x10
Pengamatan
selanjutnya saya mengamati stomata pada tumbuhan monokotil yaitu daun Zea mays. Setelah saya membuat sayatan
paradermal kemudian diamati dibawah mikroskop pada perbesaran 10x10 terlihat
adanya stomata berbentuk halter
(memanjang), bagian ujung-ujungnya membesar, dinding sel pada
ujung-ujung yang membesar tersebut relatife tipis dari pada dinding sel bagian
bawah. Arah membukanya sel penutup sejajar dengan permukaan epidermis dan pada
pengamatan terlihat struktur epidermisnya teratur sekitar stomata.
Gambar : Stomata pada tumbuhan monokotil Zea mays 10x10
Terakhir
saya mengamati stomata pada daun alpokat.
Setelah membuat sayatan paradermal kemudian diletakkan diatas kaca benda dan
diamati dibawah mikroskop dengan
pembesaran 10x10 dapat dilihat stomatanya bertipe Anomostik yaitu sel
tetangganya tidak beraturan. Pada stomata ini juga terdapat sel
penutup, penjaga dan celah stomata.
Gambar : Stomata Anomositik pada Persea Americana 10x40
Jadi
dari hasil pengamatan maka teramati bentuk stomata pada tumbuhan dikotil
yaitu berbentuk ginjal, sedangkan pada
monokotilnya berbentuk halter (memanjang). Menurut Mulyani (2006) bahwa daun
dengan pertulangan menyirip seperti pada dikotil stomatanya tersebar. Sedangkan
daun dengan pertulangan sejajar, stomatanya tersusun berderet sejajar. Akan
tetapi hasil pengamatan tidak selalu sesuai dengan pernyataan Mulyani karena
pada tumbuhan dikotil ditemukan susunan stomata yang berderet panjang.
Simpulan
dan Saran
Simpulan
Stomata berasal dari bahasa yunani stoma yang berarti lubang atau
poros. Stomata derivat epidermis
Struktur khusus pada stomata yaitu
memiliki celah stomata yang diapit oleh 2 sel penutup, dan satu sel penutup
dikelilingi sel tetangga. Sel tetangga berperan dalam perubahan osmotik. Ada 4 tipe
stomata yaitu diasitik (sel tetangga tegak lurus terhadap
sel penutup), parasitikel
(sel tetangga sejajar dengan sel penutup), anomostik
(sel tetangga tidak beraturan) dan anisositik (memiliki lebih dari dua sel
tetangga dengan pola sel tidak beraturan). Berdasarkan letak sel penutup terhadap epidermis, stomata dibedakan 2
tipe yaitu stomata kriptophor yaitu stoma dengan sel penutupnya
lebih rendah dari sel epidermis, dan fenoropor yaitu
stoma dengan sel penutupnya sama tinggi dengan sel epidermis. Setiap sel penutup mengandung inti yang
jelas. Pada daun alpokat
satomatanya tipe Anomositik, cabe Anisositik.
Pada daun alamanda
tipe stomatanya adalah Parasitik, daun adam
hawa stomatanya tipe Fanorophor. Pada daun karet tipe stomatanya Kriptophor
dan terakhir pada daun Zea mays untuk
mengamati bentuk stomata pada tumbuhan monokotil.
Saran
Untuk praktikum kedepan sebaiknya
dijelaskan terlebih dahulu materi yang berkaitan dengan praktikum agar
praktikan menjadi lebih mudah dalam melakukan praktikum. Terima Kasih.
Daftar Pustaka
Darmawan, J. 2010. Dasar-Dasar
Fisiologi Tanaman. Jakarta: SITC.
Dai, Wang. 2006. Development Mechanisme And Distribution Stomata Clusters. Journal Of Plant Physiology.
1:53, 348-349.
Papuangan, N. 2014. Jumlah dan
Distribusi Stomata Pada Tanaman Penghijauan di Kota Ternate. Jurnal Bioedukasi. 3:1, 287-292.
Haryanti,
S. 2010. Jumlah dan Distribusi Stomata pada Daun Beberapa Spesies Tanaman
Dikotil dan Monokotil. Jurnal Buletin
Anatomi dan Fisiologi. 18:2, 21-28.
Rompas, Y. 2011. Struktur Sel
Epidermis dan Stomata Daun Beberapa Tumbuhan Suku Orchidaceae. Jurnal Biologos. 1:1, 13-19.
Komentar
Posting Komentar